Dialog HAM RI-Swedia di Stockholm, Swedia tanggal 23-24 April 2009
Indonesia dan Swedia telah
sepakat untuk meneruskan langkah-langkah kongkrit dalam meningkatkan kerjasama dalam
pemajuan HAM. Kedua negara juga berkomitmen untuk meneruskan program capacity
building yang telah berjalan serta untuk melaksanakan program baru hasil dari
Dialogue HAM kedua yang berlangsung di Stockholm dari tgl 23 s/d 24 April 2009.
Dialog HAM dimaksud dipimpin
oleh Dubes HAM Swedia, Mr. Jan Nordlander dan Dirjen HAM, Depkumham, Prof.
Harkristuti Hakrisnowo serta dihadiri oleh Dubes RI untuk Swedia, Linggawaty
Hakim serta delegasi lainnya dari kedua negara baik insitusi pemerintah maupun
LSM.
Pada dialog ini kedua delegasi
membicarakan kerjasama yang telah berjalan hasil dari dialog pertama antara
kedua negara di Jakarta pada 23-23 April 2008. Kedua delegasi juga bertukar
pandangan mengenai isu HAM mutakhir dalam upaya untuk perlindungan dan pemajuan
HAM yang lebih baik. Pada akhir dialog juga dilakukan kunjungan lapangan ke the
National kunjungan lapangan ke the National Board of Institutional Care dan
tempat penanganan kaum muda bermasalah di Uppsala sekitar 60 km utara
Stockholm.
Dialog yang berlangsung dalam
suasana yang sangat akrab dan sangat konstruktif telah menghasilkan beberapa
kesepakatan penting diantaranya:
1.
Raoul
Wallenberg Institute (RWI) akan menjajagi pemberian bantuan dalam pendirian
program Master (S-2) di bidang HAM di Universitas Indonesia (UI).
2
Program
S-2 dari RWI terbuka untuk mahasiswa internasional dan setiap tahunnya akan
menerima 1 mahasiswa Indonesia dengan beasiswa, terutama untuk pegawai
institusi pemerintah diharapkan dapat mengikutinya.
3.
LSM dan
lembaga pemerintah dari kedua negara diupayakan untuk dapat membentuk working
group untuk bekerjasama dalam menghasilkan proposal sebagai hasil dari para
pakar hak-hak penyandang cacat untuk mendapatkan bantuan dari SIDA. Proposal
dimaksud diantaranya juga untuk pelatihan para pengajar dan staff yang bekerja
untuk pendidikan penyandang cacat dan keluarganya.
4.
SIDA
mengkaji kemungkinan penyelenggaraan ITP Course di bidang Public relations dan
melakukan lobby untuk hak-hak penyandang cacat kepada pihak Indonesia terkait.
5.
Dalam
bidang penangan anak bermasalah dengan hukum, RWI akan mengadakan pilot project
di salah satu propinsi di Indonesia dalam hal penangan anak-anak bermasalah,
pelatihan peningkatan ketrampilan dan peran dari BAPAS dengan partisipasi
petugas sosial terkait. Pengumpulan data dan statistik para remaja dan
anak-anak bermasalah akan dipelajari dengan seksama dan kerjasama the National
Board of Institutional Care dan institusi lainnya.
6.
Working
group lokal termasuk RWI akan melakukan pemetaan program yang telah berjalan
dengan bantuan dari pihak lain mengani pelatihan HAM untuk pihak keamanan
terutama Kepolisian, dan mengidentifikasi kontribusi Swedia yang dapat
diberikan untuk pelatihan
7.
Kerjasama
dalam pemajuan hak-hak perempuan telah berjalan di bawah program â€Lead†dan
akan dipertimbangkan pada dialog yang akan datang.
8.
RWI dalam
program pelatihan terhadap Komite RAN-HAM akan menambahkan fokus pada
guru/pendidik dengan maksud untuk meningkatkan kesadaran dan pemajuan HAM.
9.
Pihak
Swedia ditawarkan untuk membantu, apabila diperlukan, dalam upaya Indonesia
meratifikasi OPCAT.
Kedua delegasi sepakat untuk
melanjutkan Dialog HAM ketiga di Indonesia pada paruh pertama tahun 2010.
KBRI Stockholm
Stockholm,
25 April 2009
Untuk keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi: Dody Kusumonegoro,
Sekretaris I,
KBRI Stockholm,
kabidekon@indonesiskaambassaden.se
dodysembodo@yahoo.com
atau ph.
+46-8-545-55-880, cell
+46-76-2786182