Kontak
Depan > Siaran Pers > Kunjungan Walikota Palu ke Borås - Swedia
Kunjungan Walikota Palu ke Borås - Swedia

Delegasi kota Palu, Sulawesi Tengah, yang dipimpin oleh Walikota Palu, H. Rusdy Mastura telah melakukan kunjungan kerja ke Swedia dari tanggal 13 sampai dengan 18 April 2010. Selain walikota Palu dan pejabat Pemda terkait, delegasi yang terdiri dari akademisi (Universitas Tadulako), anggota DPRD Sulawesi Tengah, Bappeda. Kunjungan ini ditujukan untuk mewujudkan kerjasama dengan kota Borås dalam pengolahan sampah di kota Palu untuk dijadikan biogas atau biofuel.

Pada kunjungan ini, rombongan Walikota Palu yang didampingi KUAI KBRI Stockholm, Elmar Lubis, mengadakan pertemuan dengan Walikota Borås, Ulrik Nilsson dan dewan kota Borås, Rektor dan Dekan Departemen engineering Universitas Borås, pejabat perusahaan pengolahan sampah Sobacken dan pusat riset SP di kota tersebut. Selain itu, Walikota Palu juga berkesempatan melakukan business lunch (pertemuan makan siang) dengan Menteri Perdagangan Swedia Ewa Björling.

Jadwal acara yang padat selama kunjungan lebih banyak difokuskan pada perencanaan kerjasama pengolahan sampah antara kedua kota Palu dan Borås dan merupakan kelanjutan dari 2 pertemuan sebelumnya di kota Palu dimana delegasi kota Borås yang terdiri dari Walikota dan jajaran pejabatnya, universitas Borås, perusahaan pengolahan sampah dan riset telah melakukan kunjungan dan peninjauan situasi penanganan sampah di kota tersebut.

Letter of Intent (LOI) yang telah ditandatangani sebelumnya akan dilanjutkan dengan MOU dan pembentukan komite bersama. Diharapkan dalam waktu dekat telah dilakukan langkah awal dengan pengiriman beberapa mahasiswa program S2 dari Universitas Tadulako ke Universitas Borås serta pembentukan komite dimaksud yang akan melibatkan berbagai instansi pemerintah pusat dan daerah, lembaga akademik, dan pihak terkait lainnya.

Salah satu langkah utama yang harus diambil adalah menciptakan kesadaran masyarakat terhadap sampah dan mengubah mindset masyarakat terhadap sampah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi dan dampaknya terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Faktor pendidikan sangat penting yang dimulai dari usia dini hingga beranjak dewasa.

Pada kesempatan ini Delegasi mendapat kesempatan untuk melakukan peninjauan tempat-tempat sarana pengolahan sampah mulai dari proses pemilahan hingga pembakaran dan supply hasil energi yang dihasilkan. Peninjauan ke pabrik perusahaan besar di kota tersebut yang mendaur ulang hasil produksinya. Kunjungan ke pusat pendidikan terhadap lingkungan dimana terdapat berbagai fasilitas belajar untuk anak-anak mulai dari usia 5 tahun hingga 18 tahun. Peninjauan ini telah memberikan berbagai alternatif bagi delegasi untuk dapat diterapkan di Palu sesuai dengan kondisi setempat.

Kota Borås merupakan salah satu kota pelopor dalam pengolahan sampah menjadi sumber energi di Swedia. Kota yang dulunya pernah menjadi pusat tekstil di Swedia tersebut memulai dari tahun 1985 dengan memulai pendidikan terhadap masyarakat tentang arti pentingnya pengolahan sampah. Pendidikan dimaksud terus berlangsung hingga sekarang. Saat ini hampir seluruh sarana transportasi publik di kota tersebut menggunakan bahan bakar biogas yang dihasilkan dari pengolahan sampah.

Stockholm, 18 April 2010


 

Penolakan Pertanggungan Print this page
@ 2006, Indonesian Embassy Stockholm, Sweden