Peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan dan Hari Ibu 2010
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Darma Wanita Persatuan ke 11 dan Hari Ibu ke 82, pengurus Dharma Wanita Persatuan KBRI Stockholm mengajak seluruh anggota Darma Wanita dan masyarakat Indonesia di Stockholm untuk bersama-sama merayakannya pada:
Hari/tanggal : Minggu, 18 Desember 2010
Jam : 12.00 – 14.00
Tempat : Wisma Duta
Hagkroken 8
Lidingö - Stockholm
Pakaian : Kebaya
Untuk memeriahkan acara ini, akan diadakan 2 macam lomba, yaitu :
1. Lomba baca puisi.
Pembaca puisi akan dinilai menurut, penghayatan puisi, artikulasi
suara, dan juga busana penampilan.
Puisi dapat dipilih dari 3 puisi yang terlampir dibawah ini.
2. Lomba membuat sambal.
Sambal sudah harus dibuat dirumah, dapat berupa sambal bajak,
sambal masak atau sambal mentah.
Sambal akan dinilai menurut rasa dan cara penyajian.
Pendaftaran dilakukan kepada Dharma Wanita Persatuan KBRI Stockholm, melalui e-mail : dharmawanita_kbristockholm@yahoo.com, selambat-lambatnya lambat tanggal 17 Desember 2010.
Atas nama pengurus kami ucapkan terimakasih.
Ketua
Dini Lubis
Puisi 1
Sajak Putih
Karya Chairil Anwar
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah.
Puisi 2
Ibu yang selalu dirindu
Karya Tata Sutabri
Doa Ibu menyentuh Kalbu
Memberi Syahdu dikehidupan yang haru
Aku malu dan tidak Tahu
Betapa pengorbananmu penuh luka dan biru
Oh Ibu maafkan anakmu
Aku berjanji akan membahagiakan ibu
Dengan segenap juwa ragaku
Untuk satu tujuan hidupku
Oh Ibu, doakan anakmu
Doamu selalu ada dalam denyut nadiku
Oh Ibu ridhoilah jalanku
Ridhomu memberikan kemudahan dalam hidupku
Oh Tuhan ampunilah dosa-dosa ibuku
Orang yang telah melahirkanku
Ya Tuhan masukanlah ibuku kedalam surgamu
Orang yangtelah berjuang untuk hidupku…
Puisi 3
Perempuan di ujung Jalan
Karya Titi
Matanya menatap penuh harap
Pada setiap kabar yang datang
Apakah yang di nanti segera tiba?
Degup jantungnya begitu keras
Berbaur dengan cinta yang membludak
Serta limpahan kasih yang tertahan
Dalam dada
Hampir tumpah,
Tapi perempuan tua itu..
Tetap sabar menanti
Perempuan di ujung jalan
Setia menantinya pulang
Dan siap dengan dekapan hangatnya
Serta tumpahan cintanya
Perempuan diujung jalan
Tanpa lelah menyiram kasihnya
Tanpa putus asa menaungi cintanya
Tanpa berharap balasan menumpahkan rindunya
Pada buah hatinya, padaku….
Ah perrempuan diujung jalan
Aku pulang membawa rinduku
Aku pulang, ..memepersembahkan baktiku…..